Hujan gerimis mengiringi pergantian tahun, meski demikian tidak menyurutkan antusias warga Kota Modernland untuk merayakannya, pesta kembang api yang paling meriah sekota Tangerang tetap menghiasi langit hitam dengan berbagai warna dan kreasinya di tambah suara terompet bercampur dengan suara knalpot yang sengaja di bunyikan kencang-kencang, perayaan tahun baru sekarang memang tidak semeriah tahun kemarin dimana seluruh bagian jalan dua arah dipadati, saking padatnya untuk jalan kaki saja susah.
Aku sempat keluar untuk menyakiskan pesta kembang api, namun tidak seperti tahun kemarin aku tidak meniup terompet, hujan gerimis yang turun sejak sore membuatku malas untuk keluar mencari terompet, aku berdiri di bawah terpaan air kecil yang turun dari langit dan menyaksikan kebahagian orang-orang menyambut tahun baru, kuperhatikan orang-orang di sekelilingku, tak satupun yang menampakan muka suram, semua terlihat begitu menikmati perayaan ini.
Sekitar setengah jam kembang api bergantian menghiasi langit mendung, kilapannya begitu indah yang di iringi dengan dentuman suara keras memecah malam, bergantian warna hijau, kuning dan merah berkelebatan membentuk berbagai bentuk seperti pohon beringin, sungguh sesuatu yang sangat indah.
Diantara riuhnya suara terompet, bisingnya suara knalpot dan petasan, serta tawa renyah orang-orang di sekelilingku, aku mendongakan kepala ku ke atas menatap langit hitam, satu dua kata meluncur begitu saja dari mulutku, Alhamdulillah, hari ini seiring dengan pesta kembang api itu, bunyi terompet dan knalpot itu, tawa-tawa renyah orang-orang di sekelilingku, tepat aku berusia dua puluh tujuh tahun, yah semua orang disini merayakannya, bahkan se isi dunia merayakannya, ku pikir tak perlu lagi aku merayakannya, Thank`s GOD.
Aku sempat keluar untuk menyakiskan pesta kembang api, namun tidak seperti tahun kemarin aku tidak meniup terompet, hujan gerimis yang turun sejak sore membuatku malas untuk keluar mencari terompet, aku berdiri di bawah terpaan air kecil yang turun dari langit dan menyaksikan kebahagian orang-orang menyambut tahun baru, kuperhatikan orang-orang di sekelilingku, tak satupun yang menampakan muka suram, semua terlihat begitu menikmati perayaan ini.
Sekitar setengah jam kembang api bergantian menghiasi langit mendung, kilapannya begitu indah yang di iringi dengan dentuman suara keras memecah malam, bergantian warna hijau, kuning dan merah berkelebatan membentuk berbagai bentuk seperti pohon beringin, sungguh sesuatu yang sangat indah.
Diantara riuhnya suara terompet, bisingnya suara knalpot dan petasan, serta tawa renyah orang-orang di sekelilingku, aku mendongakan kepala ku ke atas menatap langit hitam, satu dua kata meluncur begitu saja dari mulutku, Alhamdulillah, hari ini seiring dengan pesta kembang api itu, bunyi terompet dan knalpot itu, tawa-tawa renyah orang-orang di sekelilingku, tepat aku berusia dua puluh tujuh tahun, yah semua orang disini merayakannya, bahkan se isi dunia merayakannya, ku pikir tak perlu lagi aku merayakannya, Thank`s GOD.
No comments:
Post a Comment